Kita tahu bersama bahwa internet bersifat terbuka bagi siapa saja. Kita tahu juga bahwa internet adalah ajang semua pihak untuk berinovasi dan mengembangkan segala aspek kehidupan. Inovasi-inovasi di bidang teknologi tidak lepas dari peran internet.
Internet juga merupakan lahan bisnis yang sangat menggiurkan. Online buying (belanja internet) akan meningkat dengan tajam di tahun-tahun mendatang. Pendapatan media-media online akan tumbuh pesat seiring dengan lonjakan pengguna (baca: pengakses) internet yang juga tumbuh pesat dari tahun ke tahun.
Bisnis internet banyak dikuasai oleh penyedia content (content provider) seperti portal-portal berita, situs khusus dewasa, user generated content site seperti social networking site dan blogs serta search engine atau mesin pencari. Masing-masing site memiliki target audience dan profile (demography dan behaviour) tersendiri dan yang paling banyak penggunanya adalah search engine.
Kita tahu bahwa Microsoft sudah berjaya di sistem operasi dengan Windows-nya, Microsoft juga memiliki portal MSN (Microsoft Network) dan memiliki service terintegrasi sama halnya dengan Yahoo! seperti instant messaging (MSN messenger), e-mail (Hotmail, MSN email) dan portal dengan kategori yang beragam. Service-service ini pun sudah tersedia lengkap di sistem operasi Windows. Nah pertanyaannya, jika Microsoft memenangkan akuisisi atas Yahoo! bagaimana nasib internet?
Yang jelas nasib internet akan dimonopoli oleh Microsoft. Kita tahu bahwa Google adalah rival terberat Yahoo! MSN sendiri belum mampu bersaing dengan Google. Satu yang tidak dimiliki Google adalah sistem operasi. Microsoft memiliki sistem operasi yang paling banyak dipakai di dunia. Dengan diakuisisi Yahoo!, Microsoft akan mengintegrasikan semua layanan internet ke dalam sistem operasinya dan secara tidak langsung, pengguna “dipaksa” untuk mengakses internet, mencari data, membaca berita menggunakan Windows dan bisa saja, content-content yang dulunya miliki Yahoo! mungkin saja hanya bisa diakses oleh pengguna Windows saja dan dengan browser tertentu saja, yaitu Microsoft Internet Explorer!
Coba tanya para pengguna internet, punya account email di Yahoo! Mail ngga? Jawabannya saya yakin 90% pengguna internet memiliki account di Yahoo! Mail. Nah bagaimana jadinya jika account tersebut hanya bisa diakses oleh pengguna Windows dan hanya bisa diakses oleh browser Internet Explorer? Pengguna Mac, Linux dan sistem operasi lain akan “dipaksa” perlahan untuk menggunakan satu kombinasi: Windows dan Internet Explorer. Sangat menggiurkan memang, strategi ini akan meningkatkan jumlah pengguna Windows dan Internet Explorer. Belum lagi revenue yang dihasilkan oleh online advertising di Yahoo! portal dan di Yahoo! search yang menggiurkan.
Sebenarnya bukan itu saja kekhawatiran atas akuisisi ini. Keterbukaan (openness) internet akan terganggu. Internet adalah media buat semua orang untuk berkontribusi dalam berbagai hal. Sebagai contohnya sistem operasi GNU/Linux yang tumbuh karena adanya internet. GNU/Linux berkembang sangat pesat karena dikembangkan secara bersama-sama melalui internet. Tanpa adanya internet, mustahil kita bisa menikmati sistem operasi ini di rumah, di kantor bahkan di server-server yang menyangga kelangsungan hidup internet.
Belum lagi masalah teknologi dan standar baku. Jika pengguna Internet Explorer sangat banyak, maka teknologi web akan selalu menyesuaikan diri agar kompatible dengan Internet Explorer ini (kita tahu, kebanyakan web developer sakit kepala jika melakukan testing dan bug fixing dengan browser ini, sigh*). Microsoft memiliki standar sendiri untuk beberapa teknologi internet. Salah satu contohnya adalah standar-standar yang ditetapkan World Wide Web Consortium (W3C). Jika Microsoft menjadi salah satu pemain besar yang memonopoli, bisa saja standar W3C akan diabaikan dan digantikan oleh standar Microsoft sendiri.
Untuk itu Google juga tidak tinggal diam dan melakukan segala cara untuk membantu Yahoo! terlepas dari jeratan Microsoft. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Komentar Terakhir